Orang yang suka memberi hutang pahalanya berlipat ganda

Apakah Anda pernah memberi utang kepada teman, saudara atau orang yang Anda kenal? Memberi utang termasuk perbuatan yang mulia, apalagi jika orang tersebut sangat membutuhkan uang tersebut.

Apalagi, ada banyak sekali keutamaan yang bisa diperoleh orang yang suka memberi pinjaman kepada orang lain, asalkan dengan cara yang baik. Jika Anda termasuk orang yang Allah beri kelebihan, maka jangan segan untuk meringankan beban orang lain.

 

Keutamaan memberi utang (pinjaman) antara lain sebagai berikut:

1. Barra bin Azib ra mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: “Barang siapa memberi pinjaman berupa unta (untuk diambil air susunya) atau uang atau memberikan tanahnya untuk dijadikan jalan umum, baginya sama dengan pahala memerdekaan budak.” (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

2. Abdulah bin Mas’ud ra mengungkapkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Setiap pinjaman adalah sedekah.”

3. Abu Umamah ra mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Ada orang yang masuk surga melihat tulisan pada pintunya: ‘Pahala sedekah adalah sepuluh kali lipat, sedangkan (pahala) memberi pinjaman adalah delapan belas kali lipat.’” Dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang tersebut adalah Rasulullah SAW sendiri. (HR Thabrani dan Baihaqi).

4. Abdullah bin Mas’ud ra memberitahukan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim yang memberi pinjaman kepada saudaranya (sesama Muslim) satu kali, bagaikan menyedekahkannya dua kali.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

 

 

1. orang yang suka mempermudah urusan teman , hingga allah hendak mempermudah urusannya di dunia dan juga akhirat

dari abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “barangsiapa meringankan suatu kesulitan (kesedihan) seseorang mukmin di dunia, allah hendak meringankan kesusahannya pada hari kiamat. barangsiapa mempermudah urusan seorang yang dalam kondisi susah, allah hendak memberinya kemudahan di dunia dan juga akhirat. barangsiapa menutup ‘aib seorang, allah juga hendak menutupi ‘aibnya di dunia dan juga akhirat. allah hendak tetap membantu hamba – nya, sepanjang hamba tersebtu membantu saudaranya. ” (hr. muslim nomor. 2699)

2. jangan kurang ingat menagih hutang
walaupun kita dianjurkan buat mempermudah urusan teman yang dalam perihal ini member hutang, hingga kita pula diharuskan buat menagih hutang dengan trik yang baik. menagih dan juga menegaskan dengan trik baik, paling utama kala sudah jatuh tempo. jangan membiarkan orang dalam dosa akibat melupakan kewajibannya, karna kamu pula turut berdosa bila tidak berupaya mengingatkannya.

dari jabir bin ‘abdillah, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “semoga allah merahmati seorang yang berlagak gampang kala menjual, kala membeli dan juga kala menagih haknya (utangnya). ” (hr. bukhari nomor. 2076)

dari ibnu ‘umar dan juga ‘aisyah radhiyallahu ‘anhuma, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “siapa aja yang mau memohon haknya, hendaklah ia memohon dengan trik yang baik – baik pada orang yang ingin menunaikan maupun enggan menunaikannya. ” (hr. ibnu majah nomor. 1965. syaikh Al albani berkata kalau hadits ini shohih)

3. bila belum sanggup membayar utang pas waktu, bagikan tenggang waktu
sudah ditagih, tetapi masih aja belum sanggup membayar ataupun malah memohon tengat waktu lagi, hingga sebisa bisa jadi kamu bersabar dan juga bagikan tenggang waktu setimpal yang mereka sanggup ataupun bila butuh sedekahkan sebagian duit kamu buat meringankan beban orang tersebut.

allah ta’ala berfirman, “dan bila (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, hingga berilah tangguh hingga ia berkelapangan. dan juga menyedekahkan (sebagian ataupun seluruh utang) itu, lebih baik bagimu, bila kalian mengenali. ” (qs. Al baqarah: 280)

4. apa yang didapatkan bila kita bersedekah sebagian dari utang tersebut?
disebutkan dalam ayat diatas bila menyedekahkan sebagian ataupun seluruh utang hendak lebih baik bagimu dapat dimaksud bila didalamnya terdapat banyak keutamaan. terlebih lagi disebutkan pula dalam suatu hadits hendak keutamaan menyedekahkan utang tersebut, yang antara lain :

5. memperoleh naungan allah
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “barangsiapa berikan tenggang waktu untuk orang yang berposisi dalam kesusahan buat melunasi hutang ataupun terlebih lagi melepaskan utangnya, hingga ia hendak menemukan naungan allah. ” (hr. muslim nomor. 3006)

6. memperoleh pahala sedekah berlipat – lipat
dari sulaiman bin buraidah dari bapaknya, “barangsiapa berikan tenggang waktu pada orang yang berposisi dalam kesusahan, hingga tiap hari saat sebelum batasan waktu pelunasan, ia hendak dinilai telah bersedekah. bila utangnya belum dapat dilunasi lagi, kemudian ia masih membagikan tenggang waktu sehabis jatuh tempo, hingga tiap harinya ia hendak dinilai telah bersedekah 2 kali lipat nilai piutangnya. ” (hr. ahmad, abu ya’la, ibnu majah, ath thobroniy, Al hakim, Al baihaqi. syaikh Al albani dalam as silsilah ash shohihah nomor. 86 berkata kalau hadits ini shohih)
7. memperoleh ampunan allah.
dari abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “dulu terdapat seseorang orang dagang biasa membagikan pinjaman kepada orang – orang. kala memandang terdapat yang kesusahan, ia mengatakan pada budaknya: maafkanlah ia (maksudnya bebaskan utangnya). mudah – mudahan allah berikan ampunan pada kita. mudah – mudahan allah juga berikan ampunan padanya. ” (hr. bukhari nomor. 2078)

8. dikasih kemudahan di hari kiamat
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ada seorang dihadirkan pada hari kiamat. allah mengatakan (yang maksudnya) , “lihatlah amalannya. ” setelah itu orang tersebut mengatakan, “wahai rabbku. saya tidak mempunyai amalan kebaikan tidak hanya satu amalan. dahulu saya mempunyai harta, kemudian saya kerap meminjamkannya pada orang – orang. tiap orang yang sesungguhnya sanggup buat melunasinya, saya beri kemudahan. begitu pula tiap orang yang berposisi dalam kesusahan, saya senantiasa memberinya tenggang waktu hingga ia sanggup melunasinya. ” lalu allah juga mengatakan (yang maksudnya) , “aku lebih berhak berikan kemudahan”. orang ini juga kesimpulannya diampuni. ” (hr. ahmad. syaikh syu’aib Al arnauth berkata kalau hadits ini shohih)

walaupun begitu, jangan hingga tergoda dengan riba ya, dengan berikan bunga terhadap pinjaman tersebut. bukannya pahala, malah dosa besar yang hendak kita mampu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *