Mati itu pasti datangnya, dan tua itu adalah sebuah misteri

Mati itu pasti datangnya, dan tua itu adalah sebuah misteri

Jangan Mendahului Takdir, Bisa jadi kita hidup tak sampai Masa Tua, dan belum tentu kita kompilasi tua seperti itu ,, Maka perbanyaklah Bekal kita Untuk sesuatu yg pasti Pasti Hari Hisab.
.

بسم الله الرحمن الرحيم يا أيها الذين آمنوا لا تقدموا بين يدي الله ورسوله واتقوا الله إن الله سميع عليم
.
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. “(QS.Al-Hujurat: 1

Makna ayat ini secara umum yaitu, “Janganlah memutuskan suatu perkara selain Allah dan rasul-Nya, dan janganlah mendahului keputusan Allah dan rasul-Nya.
Ada beberapa penjelasan tentang ahli makna tentang makna ayat ( لَا تُقَدِّمُوا ), namun semuanya memiliki makna yang sama.

Imam Adh Dhahak  rahimahullah  berkata, “Janganlah memutuskan sesutau selain Allah dan rasul-Nya dalam urusan syariat agama kalian”

Ibnu Zaid  rahimahullah  berkata, “Jangnalah memutuskan sesuatu selain Allah dan rasul-Nya”

Tidak bisa mendahului Allah dan rasul-Nya dalam beberapa perkara, seperti masalah penghalalan sesuatu, pengharaman sesuatu, penetapan syariat, dan sebagainya. Perkara-kara tersebut haram hukumnya dan mukmin terlarang untuk dilakukan.
Imam Al Amin Asy Syinqithi  rahimahullah mengatakan  , “Ayat ini merupakan penjelasan tentang larangan mendahului Allah dan rasul-Nya. Terkait hal pertama yang membuat syariat terlarang, mengharamkan segala sesuatu yang tidak diharamkan, membatalkan segala sesuatu yang tidak halal. Hal ini tidak diizinkan, karena tidak ada perbedaan kecuali Allah yang haramkan, tidak ada kehalalan kecuali yang Allah halalkan, dan tidak ada agama selain dengan yang Allah syariatkan ”

Ada banyak ayat-ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan bahwa hukukm Allah adalah hukum yang paling baik dan sempurna untuk menentukan semua perkara. Tidak boleh ada yang berhukum dengan selain hukum Allah. Hal ini tidak memungkinkan seseorang mengedepankan pendapatnya dan tidak dapat mengambil hukum selain hukum yang Allah tetapkan. Demikian pula tidak boleh mendahului Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam , sabagaiamana Allah  Ta’ala  jelaskan,

Allah  Ta’ala  juga berfirman,

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ الَََََِِّّّ

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. “ (QS. Al Hasyr :7)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata” (QS. Al Ahzab:36)

Semoga sajian ringan ini bermanfaat dan dapat menjadi renungan bagi kita bersama. Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *