Usaha tanpa doa bohong, Doa tanpa usaha Sombong

Usaha tanpa doa bohong, Doa tanpa usaha Sombong

Apa keajaiban dari berdoa? Tentu, tak banyak dari semua permintaan (doa) dikabulkan oleh Allah, karena apa? Allah tahu yang kita perlukan bukan yang kita inginkan, ibarat sebuah obat yang kita minum, kita pasti lebih baik memilih meminum jus yang manis daripada obat yang pahit, namun obat lah yang dapat menyembuhkan daripada jus. Dengan doa pun kita merasa lebih baik dan tidak terlalu lelah memikirkan kerja keras, karena kembali lagi, hanya Allah yang tahu segalanya, yang terbaik bagi kita, dengan begitu semua yang kita serahkan kepada Allah menjadikan kita tenang.

 

Harus kita ingat bahwa Allah memberi segalanya termasuk rezeki dan kesuksesan, oleh karena itu, usaha tanpa berdoa itu adalah sombong dan egoistis, sebab ia yang padahal tahu bahwa darimana datangnya kesuksesan jika bukan dari Allah. Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. (QS. Al-Mu’min : 60)

 

Sebuah kesuksesan tidak dapat diraih dengan cara cuma-cuma, tak dapat dicapai hanya dengan berharap tanpa usaha melakukan apa-apa, beberapa usaha yang kita lakukan pun akan menuai hasil dikemudian hari. Usaha adalah suatu hal yang dilakukan untuk mendapatkan atau mencapai sesuatu, lalu bagaimana dengan suatu usaha tanpa doa? bisakah tercapai sebuah kesuksesan tersebut? apa penting dan ajaibnya sebuah doa?

 

Sehingga dalam hidup ini, antara doa dan ikhtiar harus dibarengi. Allah memang akan mengabulkan doa hamba-Nya sebagaimana firman-Nya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2] ayat 186)

 

Ketika menginginkan anak yang saleh, kita berdoa, memohon pada Allah agar diberikan keturunan yang saleh. Namun, setelah itu, kita sibuk main gadget, eksis di media sosial, dan menonton sinetron setiap hari. Setelah itu, kita berharap anak kita menjadi saleh tanpa kita mencontohkan dan mendidiknya.

Saat rumah tangga sedang panas, lalu kita berdoa, “Ya Allah, buatlah agar suamiku mencintaiku.” Setelah berdoa, kita berharap suami kita langsung tiba-tiba mencintai kita. Tidak seperti itu. Kita harus tunjukkan rasa cinta terlebih dahulu kepada suami. Lakukan hal-hal yang bisa melembutkan hatinya. Tentu hal yang kita harapkan adalah rumah tangga yang harmonis dan menenteramkan. Untuk mendapatkannya, tentu saja salah satu jalannya adalah berdoa. Namun, doa saja tidak cukup karena diperlukan usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *